-->

PERBEDAAN ASWAJA DAN HTI 1 DAN 2

PERBEDAAN ASWAJA DAN HTI 1 DAN 2

PERBEDAAN ASWAJA DAN HTI 1
Aswaja
Aswaja meyakini bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu, pencipta manusia dan perbuatannya yang ikhtiyariyah dan idlthirariyyah. Allah ta’ala berfirman:

وَخَلَقَ كُلَّ شَیۡءࣲ فَقَدَّرَهُۥ تَقۡدِیرࣰا
[Surat Al-Furqan 2]
“Dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran ukurannya dengan serapi-rapinya"
Allah berfirman:

(وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ)
[Surat Ash-Shaffat 96]
“Dan Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
Allah berfirman:

(قُلۡ إِنَّ صَلَاتِی وَنُسُكِی وَمَحۡیَایَ وَمَمَاتِی لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ)
[Surat Al-An'am 162]
“Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya shalatku dan nusukku (sembelihan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti al Hady dan qurban 'Id al Adlha), hidupku dan matiku adalah milik Tuhan semesta alam.”.

HTI
HTI berakidah Qadariyah, HTI menyatakan bahwa perbuatan manusia yang ikhtiyariyah tidak terkait dengan qadla` Allah. Taqiyuddin an Nabhani dalam as Syakhshiyyah al Islamiyyah (juz 1 hal. 71-72) mengatakan:

وهذه الأفعال لا دخل لها بالقضاء ولا دخل للقضاء بها لأن الانسان هو الذي قام بإرادته واختياره وعلى ذلك فإن الأفعال الاختيارية لا تدخل تحت القضاء ا.هـ بحروفه.
“Perbuatan-perbuatan ini tidak ada hubungannya dengan qadla`, begitupun sebaliknya. Sebab manusia melakukannya berdasarkan keinginan dan pilihannya. Dengan demikian perbuatan-perbuatan yang bersifat ikhtiyariyyah tidak termasuk dalam kategori qadla`”.

PERBEDAAN ASWAJA DAN HTI 2

Aswaja
Aswaja meyakini bahwa hidayah dan dlalal (kesesatan) dalah ketentuan dan ciptaan Allah.
Allah ta’aalaa berfirman tentang Nabi Musa ‘alaihissalam:

إِنۡ هِیَ إِلَّا فِتۡنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَاۤءُ وَتَهۡدِی مَن تَشَاۤءُۖ
[Surat Al-A'raf 155]
Maknanya: itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ".

HTI
Hizbut Tahrir meyakini bahwa hidayah dan kesesatan itu bukan dari Allah
Taqiyuddin an Nabhani dalam as Syakhshiyyah al Islamiyyah (juz 1 hal. 95) berkata:

فتعليق المثوبة أو العقوبة بالهدى والضلال يدل على أن الهداية والضلال هما من فعل الانسان وليسا من الله إذ لوكانا من الله لما أثاب على الهداية وعاقب على الضلال لأن ذلك يؤدي إلى نسبة الظلم إلى الله تعالى
“Jadi dikaitkannya pemberian pahala dengan petunjuk atau siksa dengan kesesatan menunjukkan bahwa hidayah dan dlalal keduanya (berasal) dari perbuatan manusia, bukan dari Allah. Jika keduanya dari Allah maka Allah tidak akan memberikan pahala terhadap hidayah dan tidak memberikan siksa terhadap dlalal. Hal itu berakibat dinisbahkannya kedzaliman kepada Allah, karena ketika Allah menyiksa orang yang melakukan kesesatan disebabkan penyesatan dari-Nya, berarti Dia telah mendzaliminya".

0 Response to "PERBEDAAN ASWAJA DAN HTI 1 DAN 2 "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel