JEMPUTLAH ILMU
JEMPUTLAH ILMU
Orang yang sudah merasa bisa, sungguh berbahaya
Ia akan enggan belajar, juga malas menuntut ilmu
Nabi ﷺ bersabda ,
*مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ*
Barangsiapa meniti jalan guna mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalan untuknya ke Surga.
(HR Muslim: 2699)
Meniti jalan ilmu dapat berarti:
1. Menapaki jalan menuju majelis kajian
2. Menempuh beragam cara guna memperoleh ilmu syar'i seperti membaca buku, mendengarkan kajian, menghapal, dan lainnya
Maka belajar itu perlu,
adapun paham adalah keharusan
Agar tidak salah jalan supaya tidak keliru
asy-Syaikh Bakr Abu Zaid رحمه الله menuturkan
Barangsiapa tidak pernah pergi menuntut ilmu niscaya ia tidak akan didatangi orang untuk diambil ilmunya
(Hilyah Thalibil ‘Ilmi)
Imam Ghazali mengingatkan kita agar selektif dalam bergaul
Bahkan bergaul dengan orang yang alim sekalipun
Beliau menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir رضي الله عنه
لا تَجْلِسُوا عند كُلِّ عَالِمٍ إِلا إلى عَالِمٍ يَدْعُوكُمْ مِنْ خَمْسٍ إِلَى خَمْسٍ : مِنَ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِينِ وَمِنَ الرِّيَاءِ إِلَى الإِخْلاصِ وَمِنَ الرَّغْبَةِ إِلَى الرَّهْبَةِ وَمِنَ الْكِبْرِ إِلَى التَّوَاضُعِ وَمِنَ الْعَدَاوَةِ إِلَى النَّصِيحَةِ
Janganlah kamu duduk (belajar) kepada sembarang orang alim,
kecuali orang alim yang mengajak kalian dari lima hal menuju lima hal yang lain:
Pertama, dari keragu-raguan menuju keyakinan.
Kedua, dari riya menuju ikhlas .
Ketiga, dari ketamakan menuju zuhud.
Keempat, dari kesombongan menuju ketawadhu’an
dan kelima, dari permusuhan menuju nasehat (perdamaian)
[Ihya Ulumuddin]
Berteman apalagi berguru akan dapat merubah watak seseorang sesuai dengan watak teman atau gurunya
والله أعلم بالصواب.....
0 Response to "JEMPUTLAH ILMU"
Post a Comment