50 Ilmuwan Muslim Populer
50 Ilmuwan Muslim Populer
࿐ IBNU RUSYD ࿐
(1126-1198)
📚 Pada materi ini akan dikisahkan mengenai seseorang yang menjadi motor utama pengeritik Al-Ghazali. Dialah Ibnu Rusyd.
🔎 Tidak hanya sekadar menjadi seorang pengeritik, beliau sendiri menelorkan pandangan-pandangan filsafat yang diakui kehebatannya oleh banyak orang, baik kalangan Muslim, Yahudi, maupun Kristiani.
💳 Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu Al Wand Muhammad bin Ahmad Ibnu Rusyd. Oleh para penulis Barat ia dikenang dengan nama Averroes.
#️⃣ Berbeda dengan Al-Ghazali yang dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu, maka Ibnu Rusyd dilahirkan dari keluarga yang terpandang di Kordova, Andalusia (sekarang termasuk negara Spanyol).
🔸 Sejak kecil ia telah memiliki minat yang kuat untuk mempelajari beragam hal. Kegemarannya ini ditunjang dengan fasilitas publik yang terdapat di Kordova.
🏢 Kota tersebut memang terkenal memiliki perpustakaan besar yang menyimpan setengah juta buku! Sungguh sebuah ukuran yang menakjubkan untuk masa itu.
🎓 Diketahui bahwa di pertengahan usia 40-an, beliau diangkat menjadi qadhi (hakim) di Sevilla dan di Kordova. Pengangkatan ini terjadi karena beliau dianggap memiliki pengetahuan yang luas di bidang hukum.
🧳 Selain menjadi pakar di bidang hukum, Ibnu Rusyd juga terkenal sebagai seorang dokter/penyembuh.
Di usia paruh baya, tepatnya 56 tahun, dipanggil ke kota Marrakesh (wilayah Maroko sekarang) untuk menjadi dokter istana oleh Khalifah Abu Yaklub Yusuf Dinasti Muwahhid. Kekhalifahan ini adalah tandingan dari Kekhalifahan Abbasiyyah.
👑 Namun, walaupun antarkedua kekhalifahan saling mengakui bahwa masing-masing adalah yang paling benar, mereka saling bahu-membahu untuk mengusir penjajah perang salib dari tanah Palestina.
📰 Kembali kepada riwayat Ibnu Rusyd, di masa Abu Ya'qub Yusuf, kehidupan Ibnu Rusyd tidak mengalami gejolak yang berarti. Sedangkan pada masa Al-Mansyur, anak dari Yusuf, nasib Ibnu Rusyd berubah.
⚠️ Beliau dicurigai menyebarkan ajaran yang menyimpang, berkaitan dengan pemikirannya dalam filsafatnya. Akhirnya, beliau dibuang.
🏛 Pada usianya yang ke-72 tahun ia dipanggil kembali ke istana namun tidak lama kemudian beliau wafat.
🎖 Jasa-jasa Ibnu Rusyd yang paling dikenang adalah pemikirannya di bidang filsafat. Bukunya yang sangat terkenal, Tahafut at Tahafut (Kekacauan dari Kekacauan), adalah jawabannya terhadap buku Tahafut al Falasifah (Kekacauan dari Para Filsuf) yang ditulis Al Ghazali.
📑 Karya inilah yang menyebabkan Ibnu Rusyd pada masa itu lebih dihargai di dunia Kristen dan Yahudi dibandingkan di dunia Islam.
🎯 Ibnu Rusyd juga terkenal sebagai seorang komentator pemikiran Aristoteles. Makna dari komentator di abad pertengahan adalah seorang penulis yang membuat suatu karya ilmiah atau filosofis yang menggunakan tulisan orang-orang terdahulu sebagai latar belakang dan kerangka kerjanya. Sesuai dengan pengertian itu, komentator Ibnu Rusyd merupakan suatu seri dari risalah yang menggunakan sebagian dari judul karya Aristoteles dan Ibnu Rusyd menguraikan isinya dengan kata-katanya sendiri.
📕 Karya-karya filsafatnya seringkali menyebabkan ada yang menganggapnya sebagai orang yang tidak percaya kepada Tuhan.
🔎 Pemahaman seperti ini bukanlah suatu pernyataan yang sehat dan tepat, karena walaupun Ibnu Rusyd menyatakan bahwa kebenaran filosofis dapat diperoleh melalui rasio, tetapi kebenaran religius haruslah diterima berdasarkan keimanan.
💉 Selain sebagai seorang filsuf, Ibnu Rusyd juga terkenal dalam pemikirannya di bidang kedokteran. Karyanya yang menonjol di bidang kedokteran, Al Kulliyat fi al Tibb (Kuliah tentang Obat-Obatan), diselesaikannya pada saat Ibnu Rusyd berkepala tiga.
📘 Di dalam buku tersebut , beliau menulis bahwa tidak ada orang yang dapat terkena cacar dua kali. Pemikirannya yang lain, yang relevan dengan keadaan sekarang, adalah betapa bermanfaatnya olahraga bagi kesehatan.
📝 Beliau juga menulis secara ilmiah dasar-dasar karantina dan menjeIaskan bahwa terdapat penyakit yang penularannya bisa melalui persentuhan, atau memakai peralatan makan/minum/pakaian yang sama.
Semoga bermanfaat
0 Response to "50 Ilmuwan Muslim Populer"
Post a Comment